“Ngeropok” Panjang Mulud, Tradisi Budaya Masyarakat Banten

ngaropok-5Kota Serang| Sudah menjadi rutinitas bagi masyarakat Banten, khususnya di Kota Serang, dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW diselenggarakan Tradisi Panjang Mulud, atau diistilahkan juga dengan Ngeropok (ada juga dengan menyebut Ngegropok) Panjang Mulud.

Arti dari Ngeropok atau Ngegropok sendiri secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai “Ngeriung” (kumpul-kumpul), atau juga ada yang menerjemahkan sebagai ajang rebutan dari “Panjang Mulud” itu sendiri.

Tradisi ini berkembang dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat, diselenggarakan oleh masyarakat Serang, baik di kampung-kampung, di perumahan secara sederhana, maupun menjadi even besar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah setempat.

Dalam arak-arakan panjang mulud, pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Kota Serang, Kamis (07/02/2013), banyak dekorasi unik yang ditampilkan. Selain itu, tak ketinggalan partisipasi dari segenap birokrasi dari tingkat kelurahan hingga Kecamatan turut memeriahkan peringatan Panjang Mulud kali ini.

ngaropok-2Pantauan korantangerang.com, kegiatan Panjang Mulud dimulai sekitar pukul 9.00. Acara diawali dengan iring-iringan panjang dari Kantor Pemkot lama di Ciceri sampai Islamic Center.

Sebelum peserta pawai panjang datang ke panggung utama, dimana Wali Kota Serang Tubagus (Tb) Haerul Jaman, dan sejumlah pejabat Pemkot Serang, unsur Muspida dan tokoh masyarakat sudah lama menunggu. Sekitar pukul 10.11 peserta Panjang Mulud pertama datang, kedatangan peserta pertama itu disambut tepung tangan para hadirin.

Peserta selanjutnya menyusul dengan tertib. Yang menarik perhatian, selain Panjang Mulud dengan kreasi dan perhiasan yang menarik, pawai juga diiring berbagai kesenian tradisional Kota Serang seperti rudat, terbang gede dan marhaba. Kekhidmatan acara tiba-tiba terusik ketika warga tiba-tiba menyerbu dan berebut isi panjang. Ulah sebagian warga itu diikuti ratusan warga lainnya. Kericuhan pun terjadi.

Ratusan warga Kota Serang yang menyaksikan acara panjang mulud yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kota Serang ini berebut mengambil berbagai makanan dan barang-barang seperti Sembako dan lainnya yang dibawa dalam puluhan “Panjang Mulud” di Islamic Center Kota Serang.

Saat itu, puluhan kendaraan hias dan bentuk barang-barang hias lainnya yang disebut “Panjang Mulud” yang berisi makanan, Sembako, pakaian, dan barang lainnya melintas di depan panggung utama, tiba-tiba warga langsung menyerobotnya dan saling berebut.

ngaropok-4Meski panitia sudah memperingatkan, meminta untuk tidak mengambilnya dulu, namun warga tetap tidak menghiraukan.

Akhirnya warga dibiarkan mengambil “Panjang Mulud” yang ditampilkan berbagai instansi dan kecamatan se-Kota Serang dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat sangat antusias sekali. Ngeropok (rebutan panjang mulud-red) ini merupakan tradisi yang berkembang dan tumbuh sudah sejak lama (tradisi turun temurun-red) di tengah-tengah masyarakat Kota Serang,” kata Wali Kota Tb Haerul Jaman.

Sementara, Tb Arip, salah seorang warga Cipocok Jaya yang sengaja membawa keluarganya untuk menyaksikan perhelatan Pajang Mulud tersebut mengatakan, ada tradisi unik yang terselip dalam setiap perayaan Mulud di Kota Serang.

“Biasanya kita bareng-bareng berebut barang-barang bawaan yang diarak. Ini sudah jadi tradisi, siapa saja boleh ikut mengambil kesempatan untuk mengambil barang yang diinginkan,” ujarnya.

Senada dengan Tb Arip, Irwan warga Walantaka mengatakan, dirinya hampir setiap tahun mengikuti perayaan Panjang Mulud di Kota Serang. “Tadi waktu berebut, saya dapat kopi, gula dan mie instan,” tutur Irwan seraya menyodorkan barang yang diperolehnya. @MANSAR

About the Author

has written 1901 stories on this site.

Copyright © 2014 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.