Vihara Avalokitesvara Merupakan Potensi Pariwisata Religi

gubernur-hadiri-peresmian-vihara-avalokitesvaraKota Serang| Vihara Avalokitesvara yang terletak berdekatan dengan bekas lingkungan Kesultanan Banten masa lalu diresmikan penggunaannya setelah dilakukan renovasi. Peresmian dilakukan oleh Direktur Urusan dan Pengembangan Agama Budha Kementrian Agama RI Heru Budhi Santoso di Kec.Kasemen, Kota Serang, Rabu (21/11/2012).

Peresmian tersebut juga dihadiri Gubenur Banten Hj.Ratu Atut Chosiyah beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Banten dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten.

Vihara Avalokitesvara adalah salah satu vihara tertua dari 87 vihara yang ada di Banten yang dibangun pada tahun 1659 atau setelah pembangunan Mesjid Agung Kesultanan Banten yang dibangun pada tahun 1597

Dalam pernyataannya Gubernur menyampaikan, bahwa pemugaran vihara merupakan wujud Pemerintah Provinsi Banten dalam upaya meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat Budha dalam rangka melakukan kegiatan kagamaan/peribadatan.

“Semoga dengan direnovasinya vihara pasca kebakaran 2009 lalu, Saya selaku Gubernur berharap vihara ini dapat dipergunakan sebagai sarana peribadatan umat Budha yang ada di Banten khususnya atau warga Budha Kab/Kota sebagai sarana peningkatan kegiatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan aman dan tenang,” katanya.

Menurutnya, umat Budha Banten telah memberikan kontribusi yang cukup baik bagi pembangunan. “Kalau Saya lihat semua umat beragama di Banten memiliki tekad yang sama dalam menjaga kerukunan diinternalnya, sehingga dampaknya turut mendukung kondusifitas di Banten sebagai prasarat penting terlaksananya program pembangunan seperti yang diharapkan,” ungkap Gubernur.

Umat Budha di Banten, tambah Gubernur, sudah sangat luar biasa dalam bersinergi dengan pemerintah baik dalam pembangunan keagamaan maupun dalam kegiatan keagmaan internalnya karena umat Budha secara historis telah memiliki kontribusi sejak lama dalam pembangunan.

Gubernur menyatakan, keberadan vihara yang ada di Banten ini dapat dijadikan aset/potensi pariwisata religi. Terkait hal tersebut Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan langkah-langkah antara lain revitaliasi kawasan Banten Lama untuk bisa diakses oleh umat Budha bahkan wisatawan jika akan melakukan ibadah ataupun wisata religi.

“Dalam RPJMD Banten, pemerintah telah merencanakan kawasan Banten Lama termasuk keberadaan vihara ini untuk dijadikan daerah yang bisa dinikmati wisatawan. Karena vihara di daerah lain telah menjadi salah satu tujuan pariwisata dengan DED yang sudah tertuang. Pemerintah Provinsi Banten juga selalu mengalokasikan dana melalui FKUB untuk pembangunan umat beragama dengan tidak membeda-bedakan,” paparnya.

Direktur Urusan dan Pengembangan Agama Budha yang datang mewakili Dirjen Bimas Agama Budha Heru Budhi Santoso menyatakan dalam sambutannya, bahwa dirinya sangat senang jika melihat kondisi kerukunan dan toleransi umat yang ada di Banten dan hal tersebut terlihat dari antusiasme warga dalam memeriahkan acara peresmian.

“Saya kira umat Budha Banten memiliki tekad yang baik dalam berpartisipasi dan mendukung proses pembangunan Pemerintah Provinsi Banten karena sebagai umat Budha kita dituntut untuk berperan dalam pembangunan dengan kemajemukan, pluralisme bangsa dalam mewujudkan cita-cita pemerintah dalam bingkai NKRI,” katanya.

Persesmian pasca pugar Yayasan Vihara Avalokitesvara Banten dihadiri juga oleh Wakil Walikota Serang Nana Suryana, Wakil Ketua DPRD Banten Suparman, Ketua MUI Banten AM.Romli, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Banten Iding Mujtahidin, Wakil Ketua DPRD Kota Serang Ade Rossi Chaerunnisa dan Ketua Sekolah Tinggi Agama Budha Negeri (Sriwijaya) Tangerang. @Adv

About the Author

has written 1901 stories on this site.

Copyright © 2014 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.