Target Produksi Beras Sulit Capai 100 Persen

kekeringan2SERANG | Dampak El nino yang melanda Indonesia, diyakini tidak akan terlalu berpengaruh pada produksi pertanian di Banten. Namun, demikian, Dinas Pertanian setempat pesimis dapat mencapai 100 persen dari target yang telah ditetapkan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pemprov Banten Deddy Ruswansyah kepada Korantangerang.Com. Menurutnya, meski tetap akan mengalami surplus beras, namun tingkat produktifitasnya mungkin tidak akan mencapai target.

“Saya prediksi target produksi tahun ini tidak akan mencapai 100 persen, namun kami optimis presentasinya akan tidak akan jauh dari target yang sudah kami tentukan,” ungkap Deddy saat ditemui di kantornya Kamis (26/8).

Terkait el Nino yang melanda tahun ini, Deddy memperkirakan El Nino dalam kondisi lemah sehingga tidak akan berpengaruh terhadap produksi pangan di Banten.

“Kami menghimbau masyarakat Banten untuk tidak panik karena tidak semua daerah terkena dampak El Nino sehingga produksi pangan tahun ini masih aman,” kata Deddy,

“Mungkin kalau kekurangan hasil produksi akibat puso maupun kekeringan biasa terjadi, namun di Banten tidak terlalu berpengaruh. Sebab, pada tahun 2008 kita produksi kita tetap surplus meski bencana puso pada tahun 2008 di Banten tergolong cukup parah,” ungkap Deddy.

Sedangkan soal realisasi produksi, Distanak Provinsi Banten menyatakan bahwa hingga akhir juni 2009 ini realisasi pencapaian produksi Gabah Kering Giling (GKG) di Banten adalah sebesar 1.546.932 ton atau jika dikonversikan ke beras menjadi 1.175.500 ton. Dimana target produksi pada tahun 2009 adalah kurang lebih 1.956 ribu ton dari target tanam 407 ribu hektar.

Berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Distanak Banten bahwa hingga tanggal 25 Agustus 2009 ini tanaman yang rusak akibat puso baru mencapai angka 462 hektar.

“Saya yakini tingkat kerusakan masih akan berkembang, namun angkanya tidak jauh dibandingkan tahun 2008,” tegasnya.

Diungkapkan Deddy, kebutuhan pangan di Banten tahun 2009 diprediksi akan mengalami peningkatan dari tahun 2008 yaitu 1.026.727 Ton. “Tahun 2009 diperkirakan naik 1 % dari tahun 2007 sesuai dengan peningkatan perkembangan penduduk Banten,” paparnya.

(Herizal)

About the Author

has written 2092 stories on this site.

Copyright © 2014 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.