Keluarga Prasejahtera di Banten Masih Tinggi

aa-sejarah2Jumlah keluarga prasejahtera di Provinsi Banten terbilang masih sangat tinggi dan yang paling banyak di Kabupaten Lebak dan Pandeglang sebanyak 700.000 keluarga.

“Dari hasil pendataaan, ada 700.000 keluarga prasejahtera yang menyebar di kabupaten/kota Provinsi Banten,” kata kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSKP) BKKBN Provinsi Banten, Ariyanti IB Idrus, usai acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Provinsi Banten di Cilegon, Kamis (29/07/2010) kemarin.

Ia menjelaskan masih tingginya keluarga prasejahtera di Provinsi tersebut terjadi dikarenakan masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap program Keluarga Berencana (KB).

“Masyarakat kita masih minim kesadarannya dalam hal KB. Ketidaktahuan itulah yang menjadi penyebab terjadinya keluarga prasejahtera,” terangnya.

Indikator penilaian dari keluarga berencana tersebut, katanya, dilihat dari 21 indikator, di antaranya indikator tersebut dari pola makan dalam sehari yang kurang dari dua kali serta keluarga yang memiliki anak usia sekolah (7-15 tahun) dan tidak mampu untuk menyekolahkannya.

Selain itu, penilaian atau indikator penilaian keluarga pra sejahtera dilihat dari kebiasaan berobat ke tempat pengobatan tradisional bukan kerumah sakit atau Puskesmas.

“Ini menyangkut prilaku pola hidup sehat masyarakat. Dan di Banten indikator ini masih dibilang cukup signifikan dalam menentukan angka pertambahan keluarga pra sejahtera, ” imbuhnya.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah mengakui masih banyaknya jumlah keluarga prasejahtera di Provinsi Banten. Untuk itu, ia berjanji akan menekan jumlah angka keluarga prasejahtera yang ada.

“Langkah yang akan diambil adalah memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK yang berada di pedesaan. Dan saya akan menitikberatkan pada pemahaman akan pentingnya program KB,” jelas Atut.

Dijelaskan oleh dia, salah satu penyebab masih tingginya keluarga prasejahtera, karena banyak anak yang mempengaruhi pengeluaran kebutuhan dalam hidup. Dan diharapkan dengan adanya program KB terjadi peningkatan kualitas keluarga.

“Saya berharap pemahaman akan kualitas keluarga kecil dapat diterima dan diterapkan oleh masyarakat sampai ke pelosok. Dan kami juga dari pemerintah akan berusaha memberikan secara optimal pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tambahnya.

(sumber: berita8.com)

About the Author

has written 2046 stories on this site.

Copyright © 2014 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.