Badai Eddy Terjang Kota Padang

angin-kencangKota Padang dan sebagian pesisir Sumatra Barat diterjang angin kencang pada Rabu (28/7) dini hari. Akibatnya, puluhan bangunan rusak.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga mewaspadai badai akibat sirkulasi eddy tersebut hingga lima hari ke depan.

Manajer Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) Sumatra Barat (Sumbar) Ade Edward mengatakan, selain merusak sejumlah bangunan, badai juga menumbangkan puluhan pohon dan tiang listrik. “Ada bangunan tidak permanen yang roboh dan atap yang copot,” katanya.

Menurutnya, angin kencang yang diiringi hujan sekitar satu jam tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Kepala Analisa BMKG Tabing Padang Budi Imam Samiaji mengatakan kecepatan angin diperkirakan sekitar 23 sampai 30 knot. “Angin kencang itu akibat adanya sirkulasi eddy. Angin terjadi karena tekanan udara rendah di sekitar Sumbar,” tuturnya.

Ia mengatakan, angin berhembus dari arah laut (barat dan barat daya) menuju ke arah daratan (timur). Pada hari ini pengaruh sirkulasi eddy masih ada, sehingga warga diminta waspada selama lima hari ke depan.

Budi menambahkan, badai eddy di kawasan Sumbar juga mengakibatkan naiknya gelombang laut antara pesisir Sumbar dengan Kepulauan Mentawai. Ombak di perairan itu mencapai dua meter, sehingga statusnya waspada. Oleh karena itu, kapal kecil dan perahu nelayan juga diminta waspada.

Di Samudera Hindia bagian barat Mentawai ombak juga mencapai tiga meter. “Ombak yang mencapai tiga meter sudah masuk dalam status bahaya,” tambahnya.

(sumber: mediaindonesia.com)

About the Author

vivi has written 424 stories on this site.

Copyright © 2010 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.