Pesantren di Bekasi Ramai Dikunjungi Calon Santri

santri_pesantren_pakarfisikaPesantren di Kota Bekasi mulai ramai didatangi calon santri yang ingin menimba ilmu pengetahuan agama dan sekaligus pengetahuan umum di lembaga pendidikan formal tersebut.

Ketua Badan Komunikasi Pondok Pesantren Kota Bekasi Asep Basuni di Bekasi, Kamis (8/7), mengatakan, dari kapasitas 18.000-an tempat duduk bagi santri yang disediakan sekitar 75% sudah terisi oleh pelamar.

“Pesantren menjadi alternatif pendidikan bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya mengingat pendidikan umum tidak dapat menjamin akhlak anak yang memiliki akhlakul karimah sesuai tuntunan agama,” ujarnya.

Ia menegaskan, menempuh pendidikan di pesantren setara dengan pendidikan umum namun santri memiliki bekal agama yang kuat.

“Lulusan pesantren juga bisa melanjutkan pendidikan formal seperti ke perguruan tinggi dan bahkan ada lulusan pesantren yang menjadi dokter, insinyur teknik, akuntan dan lainnya,” ujar Basuni.

Santri yang memilih pendidikan formal di pesantren tidak banyak yang menekuni salafi saja atau hanya ilmu agama, melainkan sekaligus antara agama dan pendidikan formal setara SMP dan SMA.

Dari total 66 pesantren yang menjadi anggota BKPP Kota Bekasi, kata dia, hanya delapan persen saja yang murni menerapkan konsep salafi atau salafiyah seperti Al Khairat, Jati Mulya, Pesantren Papan Al Qur’an dan Al Hanisyiah, keduanya di Jati Asih.

Orang tua calon santri di pesantren An Nida Al Islami Ahmad Sumadi menyatakan memilih lembaga pendidikan pesantren bagi anak laki-lakinya agar bisa memiliki ilmu agama sekaligus pengetahuan umum yang dibutuhkan untuk mencari pekerjaan.

Ia menyatakan, perhatian pemerintah terhadap pesantren kini sudah sangat bagus dan alumninya juga bisa bekerja di banyak bidang seperti pendidikan umum lainnya.

“Banyak pemimpin kita sekarang pernah mondok di pesantren. Mereka memberi warna dalam percaturan politik dan ekonomi melalui kesantunan serta kejujurannya,” ujar Sumadi yang akan menyekolahkan anak keduanya ke pesantren itu.

Sumadi mengaku tidak takut anaknya tersisih dalam berebut lapangan pekerjaan, karena dengan ilmu agama yang dimiliki ia yakin anaknya akan mudah diterima pihak manapun dengan kejujuran dan kesantunan yang dimiliki.

“Mencari orang yang pintar sekarang kan tidak sulit, tapi orang jujur, tulus dan paham agama itulah yang makin jarang ditemui,” ujarnya.

(sumber: mediaindonesia.com)

About the Author

has written 2062 stories on this site.

Copyright © 2014 KORAN TANGERANG. All rights reserved.
Powered by WordPress.org, Custom Theme and ComFi.com Calling Card Company.