Pagi Ini, Jalan Pondok Cabe Raya Masih Tergenang Banjir Setengah Meter

Pagi Ini, Jalan Pondok Cabe Raya Masih Tergenang Banjir Setengah Meter

anjir dengan ketinggian 30 cm sampai 50 cm, di Jalan Pondok Cabe Raya, di Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan, yang terjadi sejak Rabu (22/2/2017) sore, masih terjadi hingga Kamis (23/2/2017) pagi ini.

Belum ada tanda-tanda air bakal surut. Banjir terjadi di depan Lapangan Terbang Pondok Cabe, sepanjang sekitar 50 meter mulai dari sekitar Jalan Kelapa hingga melewati gerbang Perumahan Griya Mulatama dan Puri Madani II.

Akibatnya kepadatan kendaraan terjadi terutama arah dari Pamulang menuju Cirendeu.

Genangan air sampai setengah meter di ruas jalan ini masih saja terjadi cukup tinggi.

Kendaraan, baik roda empat maupun roda dua meski melambatkan kendaraannya untuk melintasi ruas jalan ini.

Karena tingginya genangan air, tak sedikit pengendara terutama sepeda motor yang hendak menuju Jakarta, memutar arah dan terpaksa memutar melalui beberapa jalan alternatif.

Diantaranya melalui Jalan Penghubung Pondok Cabe-Cinere di kawasan Central Business District (CBD) South City yang tembus di Jalan Cinere Raya. Atau melalui Jalan Pondok Cabe VI untuk tembus di Jalan Kelapa dan masuk kembali ke Jalan Pondok Cabe Raya.

Jalan Pondok Cabe Raya merupakan salah satu jalan utama yang menghubungkan Pamulang dengan Jakarta Selatan. Karenanya banyak warga yang cukup kesulitan beraktifitas akibat banjir yang cukup tinggi ini.

Ineke, warga Puri Madani II, Pondok Cabe Ilir, menuturkan banjir terjadi mulai Rabu sore pukul 16.00, saat hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah itu sejak siang.

“Sampai malam dan pagi ini banjir di sana masih terjadi. Padahal, Selasa siang, di titik ini juga banjir, tapi air surut dalam hitungan satu sampai dua jam,” katanya, Rabu malam.

Menurut Ineke, penyebab banjir karena tidak adanya saluran air memadai di ruas Jalan Pondok Cabe Raya, yang tergenang banjir ini.

Selain itu, adanya pengurukan tanah di lahan Lapangan Terbang Pondok Cabe di sisi timur atau di samping ruas jalan, membuat wilayah resapan air tidak ada lagi.

Apalagi pengurukan di lahan yang tadinya rawa itu, kini lebih tinggi dari ruas jalan. “Jadinya air justru masuk ke jalan, dari bekas rawa di lapangan terbang yang diuruk itu,” katanya. @SINTA

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.