30% Antivirus Tak Mampu Deteksi Malware

korantangerang.com – Sebagai bagian dari layanan tranformasi digital bisnis Indonesia, Virtus Showcase 2016 turut pula menghadirkan Check Point sebuah perusahaan di bidang sistem keamanan teknologi.

Menurut Head of Threat Prevention Check Point Asia Bruce Chai, meskipun transformasi digital telah menjadi prioritas sebagian besar perusahaan, namun tingkat kesadaran keamanan informasi masih relatif rendah.

Menurutnya di era Internet Of Things, di mana perangkat saling terhubung, keamanan mengenai informasi seharusnya menjadi perhatian dan membutuhkan strategi preventif yang tepat.

Bruce menyebutkan bahwa saat ini antivirus yang mampu mendeteksi adanya ancaman malware hanya berjumlah kurang dari 50 persen. Sedangkan sisanya, lebih dari 30 persen tidak mampu mendeteksi ancaman tersebut.

“Kurang dari 50 persen termasuk tiga antivirus top saat ini mampu mendeteksi malware. Sementara sisanya lebih dari 30 persen antivirus tidak bisa mendeteksi ancaman malware,” ungkap Bruce Chai, di Jakarta Selasa (16/8/2016).

Selain itu Bruce juga menyampaikan bahwa di era teknologi ini serangan dari ransomware meningkat cukup signifikan khusunya bagi perusahaan bisnis. Hal itu diungkapnya karena mudahnya peretas untuk melakukan serangan ke beberapa perusahaan yang lemah tingkat keamanannya.

Menurutnya deteksi (yang biasa dilakukan antivirus) bukan hanya satu-satunya cara untuk mengatasi serangan peretas, namun pencegahan bisa digunakan secara bersamaan untuk menghindari adanya serangan tersebut, yakni dengan mempersiapkan sistem kemaman yang terenkripsi secara mutakhir. @DF