2015, Akibat Kenaikan BBM Tingkatkan Kemiskinan di Banten

2015, Akibat Kenaikan BBM Tingkatkan  Kemiskinan di Banten

Korantangerang.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten menyebutkan melonjaknya jumlah masyarakat miskin khusus pada bulan Maret 2015 dari tahun 2014 karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Lonjakan juag tersebut itu juga yang membuat jumlah masyarakat miskin di Provinsi Banten tahun ini masih lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pada September 2014, jumlah masyarakat miskin sebanyak 649,19 ribu jiwa. Kemudian, pada Maret 2015 melonjak tinggi menjadi 702,40 ribu jiwa dan September 2015 jumlahnya masih tinggi dibandingkan pada tahun 2014 yaitu sebanyak 690,67 jiwa.

“Kenaikan BBM mempunyai pengaruh besar terhadap lonjakan tersebut, karena berpengaruh terhadap segala hal, lonjakan itu belum berhasil sepenuhnya diatasi. Namun dibandingkan bulan Maret, pada September (2015-red) jumlah masyarakat miskin mengalami penurunan,” papar Syech Suhaimi, Senin (4/1/2015).

Syech melanjutkan, masyarakat miskin terbanyak terdapat di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, itu dikarenakan masih banyak pedesaan yang berada di perdalaman. Namun saat ditanya terkait jumlahnya, Syech tidak menyebutkan.

“Dalam mendata masyarakat miskin ini kami menggunakan pendekatan rata-rata perkapita perbulan yang berada di bawah garis kemiskinan. Selama periode Maret sampai September 2015, naik sebesar 5,93 persen, dari Rp 336.483 perkapita perbulan menjadi Rp 356.436 perkapita perbulan,” pungkasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.